Tampilkan postingan dengan label jatuh cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jatuh cinta. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Agustus 2015

Kamu, penghuni gua dan kisah sang pengembara


Pernahkah kamu membayangkan atau setidaknyamemikirkan tentang jodohmu. Bagaimana dia? Seperti apa dirinya? Pernahkah kalian memikirkan itu semua?
Kalian pernah mendengar kisah seseoranag penghuni gua? Dia adalah seseorang yang selalu menghabuiskan waktunya didalam gue, sendirian. Dia hanya keluar untuk hal-hal yang sedikit penting seperti makan misalnya. Dia begitu disibukan dengan segala aktifitas didalam gua tanpa ia sadari betapa indahnya hidup diluar gua.
Lalu, pernahkah kalian membaca sebuah kisah tentang seorang pengembara? Seseorang yang sangat suka mengembara, dia lebih suka menghabiskan waktu diluar gue. meski hanya untuk jalan-jalanyang tyidak begitu penting. Dia suka berkelana kesana kemari mempelajari makna hidup yang tersebar diluar sana, menikmati betapa indahnya dunia dan lupa bahwa gua adalah tempat paling aman dan nyaman.
Pernah mendengar bukan jika jodoh kita adalah cerminan dari diri kita sendiri. Kita akan mendapatkan jodoh persis seperti apa adanya diri kita.
Tapi, bagaimana jika ternyata jodohmu diluar kendali imajinasimu. Jodohmu adalah seseorang yang benar-benar lain dari dirimu. Dia sangar berbeda denganmu bahkan dia bertentangan dengan sosok dirimu sesungguhnya.
Bagaimana jika jodohmu adalah dia sang penghuni gua, dan kamu adalah sang pengembara yang dikisahkan itu?
Bagaimana jika jodohmu benar-benar makhluk penghuni gua itu-
Dia lebih suka menghabiskan waktunya didalam rumah. Duduk didepan computer seharian, bermanja-manja dengan kasur empuk miliknya dan berkutat dengan smartphone kepunyaannya.
Bagaimana jika jodohmu benar-benar dia, seseorang yang selalu asyik menari diatas tuts-tuts computer dan ponsel kesayangannya. Begitu heboh dan asyik dengan dunia mayanya yang akan kalang kabut ketika paketan data miliknya habis quota, yang tak bisa hidup jika sinyal internet miliknya dalam status S.O.S.
Dia benar-benar lain dari dirimu yang dijuluki sang pengembara itu. Bagaiman jika sang penghuni gua itu benar-benar jodohmu? Dia adalah sesuatu yang lain yang pasti bukan kamu banget.
Kamu adalah sang pengembara itu, kamu begitu interaktif dengan dunia nyata diluar sana, banyak orang yang kau temui yang membuatmu mudah lupa ketika harus mengingat nama-nama mereka. Kamu adalah sang pengembara, fitrahmu adalah berpergian, traveling, touring, piknik, hiking, dan segudah aktifitas yang menyita banyak waktumu diluar gua. Bahkan terkadang kamu lupa jika kamu memiliki ponsel yang seharusnya selalu kau ingat ketika berada disebuah acara. Kau bahkan bisa hidup tanpa koneksi internet berhari-hari di gunung, kau bahkan tidak peduli jika layar ponselmu berisi ratusan sms yang menunggu balasanmu.
Kehidupan pengembaramu membuatmu terbiasa hidup tanpa itu, dank au tak pernah mempermasalahkan dunia maya yang tak semuanya bisa menjadi nyata. Kau bahkan terkadang lupa m,engabadikan momen indah di status media sosialmu seperti para penghuni gua yang haus akan media sosial milik mereka.
Sang penghuni gua-
Dia tidak terlalu banyak memiliki teman didunia nyata seperti halnya kamu. Ketika dia sibuk dengan komentar-komentar teman-teman dunia mayanya kamu bahkan lupa kalau akun media sosialmu sudah lama tak kau buka. Banyak e-mail, message yang perlu kau akui kebberadaannya.
Karena banyaknya komunikasi yang kau jalin didunia nyata kau lupa menyapa teman-temanmu didunia maya. Kau bahkan tak meninggalkan komentar pada tulisan teman dunia mayamu bahkan kau lupa menanggalkan like pada postingan milik teman dunia mayamu.
Kau sang pengembara-
Kau begitu pelupa, tak bisa mengingat dengan baik orang-orang yang sudah kau temui. Kamu memang pribadi yang hangat membuat orang mudah bergaul dan berteman denganmu tapi tak sadarkah kamu, bahwa kau juga begitu acuh.
Dia sang penghuni gua-
Untuk urusan cinta mungkin kaulah seseorang pertama yang dicintainya tanpa sengaja dan mungkin melalui akun media sosial miliknya. Dia mencintaimu melalui guanya, dia mengamatimu dari balik akun-akun media sosialnya tapi bahkan kau sekarang jarang meninggalkan postingan-postingan dimedia sosial milikmu.
Kau sungguh jahat, wahai sang pengembara. Tak tahukah dia menantimu, menanti tulisan-tulisanmu didunia maya. Dia jatuh cinta padamu lebih dulu. Dia jatuh, tanpa pernah kau tahu itu.
Kau sang pengembara-
Karena kau sudah jauh berkelana pastilah banyak orang yang kau temui. Kamu mungkin sudah banyak mengembara dari hati ke hati yang lain, banyak hati yang sudah kau singgahi dan kau tetap belum menemukan siapa jodohmu. Karena banyaknya pengembaran kau menjadi tidak peka akan keberadaan cinta sejatimu, kau benar-benar orang yang tidak peka!
Dia, sang penghuni gua-
Karena terbiasa hidup didalam gua dia menjelma menjadi sosok yang dingin dan kaku seperti suasana didalam gua, dingin. Dia juga tidak tahu bagaimana memberikan perhatian dengan benar kepada seseorang yang dicintainya. Dia menjadi sosok yang susah ditebak sikapnya.
Kamu, sang pengembara-
Kau begitu terbiasa dengan pancaran sinar matahari, kau juga menjadi pribadi yang hangan, selalu meninari orang-orang disekelilingmu. Kau terus berupaya menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih baik lagi. Kau benar-benar seperti matahari yang selalu ceria, tertawa riang penuh kebahagiaan. Bahkan kau cenderung ekspresif dan begitu menggebu-gebu ketika mengerjakan sesuatu.
Dia, sang penghuni gua & kamu, sang pengembara itu…
Kamu mungkin pernah bertemu sang penghuni gua itu secara tanpa sengaja entah dimana yang jelas kau pasti sudah lupa pernah bertemu dengannya.
Kalian adalah jodoh yang sudah dipertemukan dengan cara apaling ajaibNya yang pasti pertemuan itu diluar rencana kalian berdua. Tapi kalian memang manusia yang payah, kalian tidak mengetahui kalau kalian sudah saling dipertemukan.
                     Mungkin, satu hari dahulu sekali entah kapan itu tepatnya….
Hari saat kalian dipertemukan. Mungkin saja kalian bertemu saat kau, sang pengembara sedang melakukan perjalanan kesebuah tempat dan didepan guanya kalian dipertemukan.
Hanya sepintas saja pertemuan kalian, wajar jika kau melupakannya.
Tapi tahukah kamu sang pengembara, sang penghuni gua jatuh pertema kalinya kepadamu. Sesorang yang dikaguminya didunia maya menjelma menjadi seseorang yang nyata yang dapat dilihatnya. Dia semakin mencintaimu.
Dia, sang penghuni gua-
Tapi tahukah kamu, justru dia kecewa karena melihatmu. Dia putus asa karena mengetahui dia hanya jatuh sendirian, dialah yang sibuk jjatuh cinta sendirian karenamu.
Harapannya yang tinggi tiba-tiba jatuh, dia sakit dan merana. Cintanya bertepuk sebelah tangan. Hatinya begitu terluka dan galau berkepanjangan. Dia merasa hidup tak adil. Kenapa kamu tidak mencintainya juga? Kenapa kamu tidak membalasnya? Orang disekitarnya menganggapmu adalah orang yang jahat karena membuatnya merana.
Akhirnya sang penghuni gua kembali menjalani kehidupan awalnya didalam gua, berusaha menyibukan diri untuk bisa melupakanmu dan kamu seperti biasa masih terlalu sibuk dengan pengembaraanmu yang kemana-mana.
Tapi…
Tapi bagaimana jika kaulah sang penghuni gua itu dan jodohmu adalah sang pengembara itu. Kamu selalu hidup didalam gua, tidak ada perubahan sama sekali.
Sedang dia, sang pengembara. Dia terus berjalan kedepan menuju perbaikan-perbaikan yang nyata. Dia selalu sibuk memperbaiki diri sedang kamu sibuk mengutuk diri dan menyesali diri sendiri, kamu terlalu sibuk meratapi kegalauan karena dia berjalan terlalu jauh kedengan meninggalkan guamu, tak sempat memeperhatikan rasa sakitmu.
Kamu, sang penghuni gua~
Kamu bahkan lupa untuk memperbaiki diri. Kamu sibuk dengan hatimu yang terluka. Kamu lupa dan melupakan kalau seharusnya hatimu hanya untukNya bukan untuknya.
Kamu mulai terburuk berbulan-bulan karena memikirkannya. Kamu khawatir jika dia akan menjadi takdir orang lain. Hingga pada suatu masa kamu disadarkan olehNya dan hidayahNya datang padamu secara tiba-tiba.
Kamu akhirnya mengetahui hal yang harus kamu lakukan adalah memperbaiki diri, memantaskan dirimu sendiri seperti dia yang sibuk memperbaiki dirinya.
Kamu sibuk dengan CintaNya dan lupa dengan cintanya. Kamu yakin sesuatu yang sudah ditakdirkan menjadi milikmu takkan pernah menjadi takdir orang lain. Selain memperbaiki diri kamu berjuang, sedikit demi sedikit kamu menjadi pribadi yang matang dan juga mapan. Dengan gagahnya nanti kamu akan datang ke kerajaan milik orang tuanya. Nanti, hari itu sudah kau pastikan akan datang.
Kamu memperbaiki diri dan mengejar ketertinggalan sang pengembara yang sudah memulai startnya lebih dulu disbanding kamu. Sekarang, kedudukanmu sama baiknya. Bukankah seseorang yang baik akan dijodohkan dengan seseorang yang baik pula. Kedudukanmu sama sekarang, kalian sama-sama orang baik.
Kamu sekarang berada tepat dibelakang sang pengembara. Tapi keberanianmu kembali diuji. Kamu hanya butuh satu langkah lagi untuk bisa berada disampingnya selamnya, hanya butuh satu keberanian lagi tapi kau kembali goyah.
Kamu takut jika nantinya kau akan mendapati rasa kecewa yang jauh lebih besar dari sebelumnya yang akan membuatmu terkapar untuk kesekian kalinya karena seseorang yang kau sebut cinta.
Kamu mulai memandanginya diam-diam dan semakin kau diam cinta yang ada dihatimu semakin tumbuh membesar membuat gejolaknya tak bisa kau tahan. Kau kembal;I memperhatikannya dari balik layar mencari-cari tahu sesuatu tentangnya.
Kau mengingat setiap detil kelakuannya, tingkah polosnya, bahkan makanan kesukaannya, hobinya, dan hal-hal kecil yang sering luput dari perhatian orang. Kau benar-benar mengingat betul hal-hal yang disukainya dan yang dibencinya.
Sekali lagi, kau hanya bisa bertepuk tangan atas cintamu yang bertepuk sebelah tangan. cintamu tak lebih besar dari ketakutanmu.
Kau sang penghuni gua-
Kau hanya seorang pengecut yang hidup mencintainya secara diam-diam. Sang pengembara tak pernah peduli padamu meski kau begitu peduli padanya. Parahnya, dia tak pernah tahu jika kau berada tepat dibelakannya. Kaulah sebenarnya orang yang siap menangkap saat dia benar-benar terjatuh. Untuk kesekian kalinya, sungguh parah dia tak pernah menyadari keberadaanmu karena ketidakberanianmu menunjukan siapa kamu.
“cinta itu dekat, jika kau mampu dan mau melihat” begitu sloga yang selalu kau dendangkan. Dia hanya belum mampu dan mungkin belum mau melihat keberadaanmu atau tepatnya tidak tidak pernah bisa melihat keberadaanmu karena sebenarnya kaulah yang tak pernah memperlihatkan dirimu padanya.

Kau hanyalah sang penghuni gua, terima nasibmu. Bagaimana caranya kau akan berani menunjukan keberadaanmu pada sang pengembara itu. Bagaimana kau akan bisa menarik perhatiannya untuk melihat sosokmu?
Hei!mungkin bukan kamu penghuni gua itu. Mungkin kamulah sang pengembara itu!
Kamu harus membuka matamu lebar-lebar ada seseorang yang seharusnya kau lihat sejak dulu, ada orang yang harusnya kau perhatikan! Hei1 buka matamu!
Hal yang harus kamu lakukan hanya membuka matamu agar kau dapat melihat cintamu. Seseorang yang katanya adalah jodohnya sudah berada dekat denganmu. Ayo, edarkan matamu untuk bisa melihatnya, dia benar-benar berada disekelilingmu maka buka matamu dengan benar.
Jika kedua matamu tidak mampu membuatmu melihat sang penghuni gua itu gunakan mata hatimu. Karena ialah mata yang tidak pernah tertutup meski kau mencoba menutup mata. Dialah mata yang selalu bisa melihat hal-hal yang tak bisa dilihat ketika mata tertutup.

Banyak penghuni-penghuni gua yang sedang menunggu kau melihat sosoknya. Sepeti, aku mislanya… #eaa

Sabtu, 25 Juli 2015

Kuyakin cintaku datang tepat waktu, jika bukan dia pasti kamu

sumber gambar : google

Ketuahuilah dengan mengingat Allah, tenang tentramlah hati manusia
[QS. Ar-Ra’d; 28]

Banyak cara cinta datang kedalam hati manusia, salah satunya dengan bersedia menunggunya. Hanya ini yang bisa gue lakukan untukmu pangeran. Gue Cuma bisa mengungkapkan cinta gue yang begitu besar melalui tulisan tulisan ini. Gue nggak berharap kamu akan membaca ini, tapi gue yakin Allah akan menyampaikannya dengan cara-Nya.
Aah`
Setan dan antek-anteknya terus membisikkan gue kata-kata yang membuat gue jadi tidak sabar untuk menunggumu pangeran. Saat ini gue lagi galau berat. Kenapa?
Jadi begini…
Gue punya tetangga yang memiliki dua anak gadis. Ceritanya tadi malam salah satunya tunangan dan satunya lagi bakal tunangan besok malam. Masalahnya mereka berdua usianya jauh lebih muda dibawah gue, tau sendiri kan kondisi masyarakat pedesaan hebohnya kaya apa? Kaya liat ayam melahirkan aja.
Jodoh itu kan rahasia Allah. Ketika jodoh mereka datang lebih dulu dari pada jodoh gue, gue nggak bisa berbuat apa-apa kan? Tapi kenapa tetangga-tetangga gue selalu mbanding-mbandingin gue dengan mereka yang jodohnya datang lebih dulu. Jadi galau berat kan gue.

Gue kadang suka males berada dirumah. Kadang gue berfikir mending di pondok aja. gue sebel banget kalo mereka ngomongin gue ini dan itu apalagi sekarang gue yang memutuskan untuk tidak pacaran. makin pedes aja omongan mereka. "loh kok aku nggak pernah liat kamu bawa pacar kerumah ya?" "loh kok nggak malam mingguan sama pacar?" "loh kok kemana-mana sendirian" dan loh loh yang lain.
gue sih cuek aja ya, tapi kasian mama gue. dia pasti udah pengen banget anak gadisnya menikah. kadang mama suka berfikiran anak gadisnya ini apa nggak laku-laku? gue suka ketawa kalo mama bilang kaya begitu. 
nggak perlu merusak alur yang diberikan tuhan kan? lagian gue juga aklan nikah nantinya. cuma bukan sekarang. yang pertama gue belum siap dan siapa tahu pangeran gue juga belum siap. jika saatnya sudah tepat jodoh pasti akan datang dengan cara yang tepat.
gue, kuliah aja belum kelar. udah mau nikah aja. emang sih banyak juga temen-temen gue yang masih kuliah udah nikah bahkan ada yang bawa anaknya ikut kuliah. itu kan kehidupan mereka jadi jangan disamain sama kehidupan gue dong.
gue cuman pengen dapat yang terbaik buat kehidupan gue kelak. bukan cuma mengajak gue untuk hal-hal baik didunia aja melainkan yang bisa selalu membimbing gue untuk kehidupan yang sesungguhnya kelak.
kuyakin cintaku datang tepat waktu, jika bukan dia! pasti kamu!!
gue selalu akan sabar menunggu, gue nggak akan sibuk galau galauan. yang harus gue lakuin sekarang adalah mengerjakan skripsi dan kemudian wisuda deh. cari kerja yang bener dan terus memperbaiki diri. pasti suatu saat Allah juga akan memberikan jawaban terbaik atas segala do'a do'a yang selalu gue panjatkan. semangat untuk memperbaiki diri! selamat yang sudah tunangan dan cepet nikah wahai para tetangga-tetangga gue.

Minggu, 28 Juni 2015

C.I.N.T.A


Siapa yang takut jatuh cinta? Setiap orang berhak untuk jatuh cinta dan setiap orang layak menerima dan memberi cinta.
C.I.N.T.A
Terdiri dari lima huruf dan begitu banyak definisi yang tercipta dari satu kata itu. Semua orang di dunia ini begitu tertarik dengan yang namanya cinta. Hampir semua inspirasi terlahir karena cinta.
Misalnya saja seorang penulis lagu menulis lirik ketika mereka sedang jatuh cinta dan putus cinta. Semua yang berkaitan dengan cinta selalu hadir menjadi maha karya yang indah untuk kita nikmati. Baik cinta itu membuat kita bahagia atau membuat kita terluka. Tak ada yang salah dengan cinta, orang-orang selalu membenarkan pengertian cinta menurut versi mereka sendiri.
Buat gue cinta itu merupakan hadiah yang begitu istimewa yang tuhan selipkan pada setiap jiwa manusia. Jadi beruntunglah karena kita masih bisa merasakan cinta, kita masih sanggup mencintai dan menerima cinta dari orang lain.
Lalu, apa itu cinta?
Benarkah cinta itu bagaikan gelombang yang menepuk dua belah bibir pantai dimana belahan yang satu akan selalu menghambat yang lain? Tapi mungkin cinta adalah sesuatu yang nggak bisa dijelaskan hanya dengan kata-kata. Tapi apa salahnya jika kita belajar mendefinisikannya? Jadi, apa itu cinta?
Cinta adalah mahakarya yang tak ternilai harganya. Tak bisa dibeli dengan apapun. Setiap insan berhak mencintai dan dicintai. Saat kita mencintai seseorang lantas tidak melulu kita harus nebdapatkan cinta yang sama dari seseorang tersebut.
Seperti layaknya filosofi bersedekah, kita tidak begitu mengharapkan balasannya. Penerimaan, ikhlas itulah hal yang dibutuhkan ketika memutuskan untuk mencintai, karena kita sedang memberi tidak harus berharap menerima hal yang sama.
Cinta tak harus mendapatkan balasan, sebagaimana kita mencintai Allah, mencintai Rasullullah, mencintai orang tua kita, mencintai buku-buku, teman-teman kita tanpa kita menginginkan balasan dari mereka dan begitupun sebaliknya ketika mereka mencintai kita tidak pula kita harus membalasnya dengan cara yang sama.
Kadang kitapun tidak begitu mengerti alasan kita mencintai mereka karena pada dasarnya cinta tidak membutuhkan alasan dan tak ada alasan dalam bercinta.
Berbahagialah orang-orang yang bisa mencintai orang lain, karena tidak semua orang dapat merasakan dan mengalaminya. Tidak semua orang sanggup untuk mencintai bahkan ketika harus mencintai tanpa dicintai.
Cinta memang bukan sesuatu yang harus diperbincangkan, ia hanya harus dirasakan. Dengan cinta, sesorang memperoleh semangat hidup bukan sebaliknya. Cinta akan selalu ada dihati kita tanpa bisa kita lihat. Cinta selalu hadir di jiwa.
Cinta memang bukan segala-galanya, tapi dari cinta kita bisa dapat segala-galanya. Cinta mengajarkan kita tentang rasa. Tentang perdamaian, tentang kebahagiaan, kesetiaan, kesopanan, kesabaran, keceriaan, kesedihan, kekecewaan, penyesalan, tentang senyuman, tangisan, tentang tawa dan banyak hal yang kita dapat dari cinta entah itu hal baik maupun kurang baik.
Cinta selalu mengajarkan segala-galanya. Mengajarkan kita untuk berdamai dengan diri kita sendiri, dengan masa lalu kita, juga berdamai dengan orang lain.
Ada yang mengatakan bahwa cinta itu seperti kertas putih, bila dijaga ia akan semakin putih bercahaya namun bila dikotori akan terasa sangat menyakitkan.
Cinta juga bisa timbul dari rasa benci yang mendalam pada seseorang dan banyak yang mengatakan perbedaan cinta dan benci itu sangat tipis. Tapi kita tidak bisa membenci orang yang kita cintai dan tak bisa membenci orang yang mencintai kita. Dua hal itu masuk dalam ranah yang berbeda.
Kita bisa selalu memikirkan orang yang kita cintai tapi tidak harus mencintai orang yang kita pikirkan. Mencintai itu letaknya dihati. Hati dan pikiran adalah dua dimensi yang berbeda. Sekeras-kerasnya otak berfikir tak akan mampu mengalahkan hati.
Katanya lagi, cinta itu bermula dari pandangan mata kemudian turun kehati. Emm menyukai seseorang belum bentu mencintainya tapi mencintai seseorang sudah pasti menyukainya kan? Dari suka menjadi sayang, dari sayang menjadi cinta, terus timbul rasa ingin memiliki hingga akhira tak ingin dipisahkan, begitu mungkin definisi sederhananya kenapa orang yang jatuh cinta cenderung selalu ingin memiliki.
Apa cinta hanya suatu ketertarikan terhadap lawan jenis yang didasari oleh sesuatu? Nggak kok! Cinta bukan Cuma buat lawan jenis, tapi cinta itu untuk semuanya bahkan cinta pada bintang, tumbuh-tumbuhan, alam, beserta apa yang ada didalamnya.
Orang jawa bilang witing tresno jalaran soko kulino. buat gue nggak harus kulino kok. Buktinya banyak kok orang yang jatuh cinta nggak perlu membutuhkan proses yang panjang. Kita sendiri kadang nggak tau kapan kita mulai mencintai sesuatu.
Cinta yang hanya ingin mendapatkan balasan dari orang yang kita cintai itu egois nggak sih? Mereka merasa nggak terima kalo cinta mereka ditolak, lalu sakit hati dan menyalahkan orang yang tadinya kita cintai sebagai sebab kegalauan atau kesedihan kita? Egois bukan? Meminta seseorang untuk mencintai kita juga.
Egois hanya mengandalkan emosi belaka, kalo emosi sudah mendominasi pikiran kita dan perasaan kita maka akal sehat kehilangan fungsinya. Jangan jadikan cinta sebagai sebab munculnya keegoisan kisa, selalu mengharap terhadap apa yang kita beri.
Bukannya gue ge er atau kepedean atau sejenisnya. Banyak yang seing ‘nembak’ gue, ngajak pacaran gue. udah pasti banget kan gue menolak mereka. Gue sebenernya lebih nyaman ketika orang yang suka sama gue nggak bilang secara langsung dan ngajak pacaran gue.
Pada dasarnya insting wanita itu lebih kuat. Setiap wanita tau kok kalo ada yang menyukai mereka Cuma mereka suka pura-pura nggak tau aja kan? Karena mereka lebih nyaman ketika mereka dicintai secara diam-diam hingga saatnya sudah tepat baru deh diomongin kewanitanya untuk kejenjang cinta yang lebih halal.
Kalo udah ditolak gue, ada yang maki-maki gue loh. Dibilang sok jual mahal lah, inilah, itulah. Gue sih cuek-cuek aja. Gue nggak begitu terpengaruh tekanan publik yang menjelek-jelekan gue. cinta dan benci bedanya tipis kan?
Udah bilang katanya cinta pas ditolak malah ngejelek-jelekin. Itulah manusia. Selalu mementingakan diri mereka sendiri. Waktu itu ada mantan gue yang tiba-tiba ketemu kemudian dia nanya ini ke gue “nikah yuk”.
Gue nggak bisa ngomong apa-apa. Selama ini gue menanti-nantikan ada pangeran pemberani yang menanyakan pertanyaan itu ke gue dan disaat pertanyaan itu muncul gue malah bingung. Gue bener nggak bisa ngomong apa-apa. Gue akhirnya menanggapi dan meminta waktu buat berfikir, gue meminta petunjuk sama Maha pemberi petunjuk.
Dan apa…
Entah kenapa ada perasaan ragu dalam hati gue, gue yang awalnya tenang jadi gelisah. Gue kadang emang suka iri kalo liat temen gue nikah, giliran gue kapan? Tapi saat kesempatan itu datang, ternyata gue belum cukup siap.
Akhirnya gue nggak jadi melanjutkan kejenjang yang lebih serius. Semakin hari keraguan gue bertambah dan beberapa minggu kemudian gue liat dia jalan sama cewe. Tuhan itu emang the best banget. Maha pemberi petunjuk bagi hambanya yang ragu.
Kembali lagi ke cinta..
Cinta adalah mereka yang tidak hanya siap menerima cahaya tetapi mereka yang juga berani memasuki kegelapan. Artinya, tidak hanya siap menerima kebahagiaan tapi juga berani menghadapi ujian.
Cinta adalah sesuatu yang mutlak kita akui keberadaannya. Cinta adalah cahaya yang terang di lorong-lorong yang sempit dan gelap. Cinta adalah perasaan yang indah tapi bukan berarti semua keindahan mengandung cinta.
Mencintai berarti memberi tanpa harus mengharapkan balasan. Mencintai berarti menerima tanpa harus banyak menuntut. Tidak berusaha mengubah orang yang kita cintai menjadi apa yang kita inginkan. Kita tidak merubah seseorang karena kita begitu mencintainya, tapi seseorang berubah karena dia begitu mencintai kita.
Ketika kita mencintai seseorang berarti kita harus mempedulikannya bukan menguasainya. Kita akan melindunginya bukan menyiksanya, dan kita tidak akan pernah melakukan sesuatu yang menyakiti hatinya. Kita dapat membohongi orang, tapi bagaimana mungkin orang bisa menipu dirinya sendiri.
Cinta yang hakiki adalah cinta yang timbul karena Allah dan sudah selayaknya setiap orang wajib memiliki cinta. Hidup tanpa cinta adalah kehidupan yang kering.
Gue suka banget sama kata-kata yang ini
“God
If I sould fall in love with someone
Find me the one who loves you, the one
So I’m getting stonger in loving you, the only one”
Seperti kata terkahirnya, temukanlah aku dengan orang yang mencintaiMu, agar bertambah kuat cintaku padaMu. Seperti kata orang bijak berkata seperti ini to love someone is nothing
To be loved by someone is momething
To be loved by someone you love is exciting
But to be loved by the lover is everything
Kata Jackson Brown : people can be divided into three groups
Pertama, mereka yang membuat sessuatu terjadi
Mereka yang melihat sesuatu terjadi
Dan mereka yang menunggu sessuatu terjadi.
Cintamu tidak akan muncul tiba-tiba jatuh dari langit dihadapanmu, itu tidak akan terjadi jika kau hanya berdiam diri.
Selamat mencintai, semoga kau juga bisa dicintai. Semoga kau bisa dicintai oleh orang yang kau cintai. Maka cintamu akan sempurna. Temukan cintamu yang selalu mengajakmu untuk lebih mencintai Allah.
Selamat mencari dan selamat menemukan. Selamat bertemu! Dan semoga cepat disatukan cinta cinta sejatimu. Amin.

Selasa, 14 April 2015

ketika iuss "berhenti" jatuh cinta


Judulnya serem amat yak? Hehe. Sebenernya gue nggak pernah berhenti buat jatuh cinta. Iya, gue selalu jatuh cinta. Bahkan setiap hari gue semakin jatuh cinta. So, judulnya perlu gue ganti nggak? Nggak usah, nggak apa-apa kok.

Jatuh cinta…
Jatuh cinta yang gue maksud, jatuh cinta pada lawan jenis. Lebih tepatnya pangeran pemberani gue. Siapakah itu? Gue juga belum tau siapa gerangan dia itu, gue selalu jatuh cinta sama pangeran gue, meskipun gue nggak tau siapa dia. Gue memutuskan untuk selalu mengucapkan cinta kepadanya.

Mengungkapkannya lewat tulisan-tulisan gue, tanpa harus mengusiknya, tanpa gue cemburu kepadanya. Gue juga nggak peduli meskipun pangeran gue nggak pernah membaca tulisan-tulisan gue.
Gue yakin Allah selalu menyampaikan rasa cinta gue pada pangeran pemberani gue. Dan jika ternyata pangeran gue selalu membaca tulisan-tulisan konyol gue ini, gue ngrasa seneng meski gue juga nggak tahu siapa dia, pasti dia tertawa renyah membaca tulisan-tulisan gue.

Gue nggak mau mengusiknya. Inilah car ague untuk jatuh cinta kepadanya. Gue yakin jika saatnya telah tiba dia benar-benar akan muncul dihadapan gue dengan cara yang paling indah yang sudah Allah siapkan dari dulu                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                       untuk gue dan pangeran gue. Gue yakin dia akan dating dengan membawa serombongan keluarganya disaat yang tepat suatu hari nanti. atau jangan-jangan besok, minggu depan, bulan depan, tahun depan, entahlah. Gue yakin dia bakal dating saat kami memang sudah benar-benar siap.

“cinta itu memikirkan yang dicintai, bukan kemarin dan kini. Tapi nanti”

Mungkin sekarang belum waktunya, tapi nanti jika sudah masanya kami akan disatukan dalam sebuah hubungan yang indah hingga pangeran gue menuntun gue ke surge-Nya. Amin. Gue selalu bahagia membayangkan masa depan gue bersama pangeran gue, pangeran yang belum tahu siapakah dia.

PASTI. Gue yakin pasti. Allah bakal menyatukan gue dengan pangeran yang terbaik buat gue. Allah sudah menyiapkan satu untuk gue, untuk menemani gue, melindungi gue, menjaga gue, menghormati gue, menghargai gue, dan yang terbaik untuk mendampingi gue kelak. “apabila karena Allah dua insane berpadu, apa yang ditakutkan bila Allah yang jadi pemandu” cintai gue karena Allah duhai pangeran.
Jangan pernah katakana cinta ke gue kalau nyatanya kau belum siap memikul tanggung jawab gue. Jangan dulu bilang saying sebelum kau siap menafkahi gue. Jangan dulu member harapan-harapan palsu jika kau ternyata belum siap menerima kekurangan-kekurangan yang ada didiri gue.

Jika saatnya nanti kau sudah tau dan bisa mencintai dengan cinta yang baik dan benar datanglah ke gue. Gue bakal jatuh sejatuh-jatuhnya ke hatimu pangeran. Gue akan menemani skuat dan semampu gue.
Kata ustadz Felix dalam bukunya yang berjudul “udah putusin aja!” bahwasannya lelaki sejati tak pernah ajak pacaran.gue nggak mau pacaran, karena gue pengen nikah sama lelaki sejati yang nggak ngajak pacaran tapi ngajak ke pernikahan. *loh, malah bahas nikah-nikahan sih?* *na nana* *abaikan* *alay*
Dengan Allah bersamamu
Semoga Allah selalu menemani langkahmu menuju aku
Allah dulu
Allah lagi, dan..
Allah terus
Semoga kita bersatu karena Allah
Bersatu Untuk Allah
Dan disatukan oleh Allah

Entah kapan gue berhenti buat jatuh cinta. Gue nggak begitu mengahrapakan kau adalah lelaki yang sempurna pangeran. Asalkan kau mau berjuang bersama untuk menjadi manusia yang semakin baik & bahagia, kenapa tidak kita bersatu. Gue juga nggak begitu mengahrapkan kau punya fisik yang tampan, cukup ibadah yang mapan hingga kau membimbingku menuju kebaikan, kenapa kita nggak segera bersatu pangeran?


Izinkan gue selalu menyapamu dalam setiap do’a yang gue panjatkan. Cukup tangan ini yang tau karena apa gue menangis disetiap sujud malam gue. Gue disini dan kamu disitu, kita berdua memang Cuma bergantung pada Allah semata. Gue yakin meski jauh dimata namun kita dekat di do’a.

Gue bakal mengungakapkan dan mengatakan perasaan gue lewat kertas putih. Inilah car ague jatuh cinta tanpa harus mengusikmu, tanpa harus membuatmu terganggu. Ini caraku, what about you?
Pangeran, jika ternyata kau masih takut untuk bersanding denganku. Maka cintailah Allah lebih dalam dan biarkan Allah menuliskan takdir kita untuk bersama, saling mencintai karena-nya.

Menikah buakn masalah “dengan siapa” atau “kapan?” tapi lebih penting dari itu adalah “kenapa saya menikah?” dan “bagaimana menjalani proses pernikahan yang berkah?” Felix Y Siauw dalam bukunya “udah putusin aja!” sih bilang kaya gitu.

Mungkin awal menemukan jodoh yang baik adalah dengan berniat memperbaiki diri. Dan semoga gue bertemu dengan seseorang yang akan selalu membawa gue dalam kebaikan. Mengingatkan dan membimbing gue dalam kebaikan. Memang saat ini gue hidup dengan impian gue, pangeran kuharap kau juga hidup dengan mimpimu. Meskipun mimpi kita mungkin berbeda kuharap muara kita sama.