Selasa, 14 April 2015

Hari Anak Nasional, Kelompok Bermain Dunia Ceria



 
Selamat hari anak nasional untuk anak-anakku semua dan untuk anak-anakku yang belum aku lahirkan, selamat.. hihi


Gue seneng men sama yang namanya anak-anak. Sama dunia yang berbau anak-anak. Mereka semua apa adanya banget. Kadang, gue pengen balik lagi jadi anak-anak.
Kadang gue juga ngiri sama anak jaman sekarang bisa main sama yang namanya odong-odong pas jaman dahulu kala ketika gue masih amat lucu (anak-anak) gue nggak pernah naik yang namanya odong-odong. Hihi, loh malah membahas itu. Oke lupakan
Ketika kita sudah dewasa, kita akhirnya menyadari bahwa keadaan paling menyenangkan adalah saat kita menjadi anak-anak. Kita nggak perlu takut melakukan berbagai hal. Nggak perlu mempertimbangkan apa yang akan kita lakukan dan nggak perlu khawatir sama akibat dari apa yang kita lakukan.
Mereka selalu pemberani, ceria, apa adanya. Mereka adalah makhluk yang nggak bisa bohong. Selalu apa adanya banget. Kadang gue masih pengen punya sifat seperti mereka yang tak pernah takut meraih apa yang kita inginkan. Seperti singa yang menerjang semua rintangan Tanpa rasa takut yakini bahwa kita terhebat.#loh malah nyanyi.
Disini, didesa Kalitinggar-Padamara-Purbalingga. Gue sama temen-temen gue lagi KKN Sob. Dan hari ini, 14 April 2015 dalam rangka memperingati hari anak nasional (HAN) mengadakan acara Gebyar PAUD se-kecamatan padamara. Kita disiuruh ngebantuin jalannya acara, gue seneng banget, seneng pokoknyah.
Tadaaam ini dia dokumentasi yang kebanyakan itu ad ague-nya. Hehew





 ini bukan anak gue, tapi lagi belajar jadi ibuk ibuk..
syubidam-bidamm..





















































 foto bareng sama guru-guru





















bukan cuma anak kecil aja yang suka jajan, kita juga pengeeeen...







Ini dia video anak-anak yang menggemaskan tapi pemalu pas lagi lomba nari



Buuuum-buuuuum…
Terimakasih, sekian

Senin, 13 April 2015

jika bukan dia, kuyakin pasti kamu




Entah kenapa gue pengen banget membalas surat dari pangeran gue, meski surat iru cuman ada dalam benak gue doang. gue nggak tau kemana harus mengirimkan surat ini  pada pangeran gue. Meskipun gue hanya menulis di blog pribadi gue. Dan gue yakin pasti nggak akan ada yang ngebaca mungkin termasuk pangeran gue.
Meskipun begitu, gue pengen membalas suratmu pangeran. Maaf jika membuatmu tertekan dengan memberitahu kalau gue udah lama menunggumu pangeran. Gue tahu pasti kamu datang penuh perjuangan, karena kamu adalah pangeran. Tetaplah berjuang buat gue, apapun halangan dan rintangan yang membentang dalam perjalanan menuju istana gue, jangan menyerah pangeran. Semangat! Semangat!

Tadaaam, ini dia isi surat buat pangeran pemberani gue..
Bum buuum…



Dear pangeranku..
Terimakasih sudah menulis surat untukku
Aku bahagia, bahagia sekali
Meskipun aku masih belum tahu, siapa kamu
Walaupun begitu, aku sudah jatuh cinta padamu lebih dulu
Aku jatuh cinta padamu melalui do’a - do’aku
Aku merasa kita selalu bertemu lewat do’a

Bagaimana bisa aku sudah jatuh cinta duluan padamu?
Kau tahu bukan, aku mungkin belum pernah bertemu denganmu
Ah, atau jangan-janagn kita sudah pernah bertemu?
Entahlah, meskipun begitu
Tetaplah seperti ini
Hingga keberanian membawamu menemui keluargaku

Kau sudah sangat tahu tentang diriku,
Jangan-jangan kau ada disekitarku?
Kenapa kau membuatku menerka-nerka siapa dirimu?

Aku yakin, kita selalu bertemu lewat do’a-do’a kita
Apakah benar do’aku mampu menyentuh hatimu?
Benarkah? Aku bahagia mengetahui itu

Terimakasih sudah menulis surat untukku
Pasti kau begitu pemalu, hingga lama membuatku menunggumu
Pasti kau sangat pemalu,
Hingga kau datang membawa keluarga besarmu ke kerajaanku
Pasti kau amat pemalu,
Hingga kau datang untuk waktu yang lama
Kau tahu? Aku sudah menunggumu selama dua puluh dua tahun
Kaupun tahu, itu bukan waktu yang sebentar
Kumohon, jangan buat aku menunggu lama lagi
Aku sudah ingin sekali hidup bersamamu

Bukankah kau berjanji datang membawa masa depan untukku?
Bukankah kau mengatakan, aku akan menjadi tanggung jawabmu?
Ayo, mantapkan langkahmu untuk menuju istanaku
Kau sudah memastikan menandai peta dunia itu kan?
Bahwa hanya aku, kerajaan yang kau tuju?

Aku tahu, kerajaan ayahku sangatlah kecil
Pasti kau sulit menemukannya
Maafkan aku, karena terlahir bukan dari kerajaan yang besar dan megah
Maafkan aku karena membuatmu jatuh cinta kepadaku

Aku tidak sabar untuk menghabiskan hari tua bersamamu
Melahirkan anak-anakmu.
Berapa anak yang akan kau mau?
Aku akan senang mengandung anak-anak kebangganmu
Aku sudah tidak sabar menantikan itu pangeranku

Wahai pangeranku, yang belum kuketahui siapa kamu
Meski kau datang tidak dari dulu
Ku yakin kau akan datang tepat waktu

Semoga perjalananmu menuju kerajaaanku akan lancar
Disepanjang jalan sudah kutanami bunga lotus kesukaanku
Ketika kau lelah berjalan, lihatlah bunga itu
Dan berjalanlah lagi membawa sebuah harapan

Kupastikan, aku akan selalu menunggumu
Karena bukan dia yang kutunggu, tapi kamu
Hanya kamu dan kamu selalu yang kutunggu
Bukan dia, kuyakin PASTI itu kamu

dipojok kamar, posko KKN 26, Kalitinggar-Padamara
14 April 2015
aku yang merindumu, yang akan selalu mengagumimu selalui tulisan-tulisanku, tanpa perlu mengusikmu
pangeranku.

Selasa, 07 April 2015

Surat dari Pangeran

sumber gambar : google

Ketika gue menginjakkan kaki kerajaan milik keluarga gue, mama memberikan sepucuk surat. Entah surat itu dari siapa, gue mulai penasaran dan langsung membukanya perlahan.

Eghem, isi suratnya begini
Untuk putri  pertama warsito-suwarni
Yang kurindukan hidup bersamaku
Yang sedang menunggu kedatanganku dikerajaannya

Untuk bidadariku, calon permaisuriku, ibu dari anak-anakku
Maaf sayang, baru kali ini aku berani menulis ini untukmu
Aku tahu, kau pasti lelah menungguku
Aku yakin kau pasti menanti-nantikan kapan kedatanganku

Maaf jika baru sekarang aku berani menunjukan diriku melalui surat ini
Aku yakin, kau pasti bertanya-tanya siapa aku
Sabar, kau pasti akan segera tahu siapa aku
Setelah aku sampai didepan gerbang istanamu, kau akan segera tau
Hingga hari itu tiba, sabarlah tuan putri
Tunggulah aku dalam taat
Jangan berhenti menunggu kedatanganku
Tetaplah berdo’a untukku, do’amu menguatkan perjalananku

Maaf tuan putri,
Aku sempat tersesat ketika akan menuju istanamu
Jalannya begitu berliku dan membuatku ragu
Maaf jika langkaku menuju istanamu diawali keraguan
Terus yakinkan aku melalui do’a-do’a panjangmu
Air mata yang kau teteskan disepertiga malammu
Selalu membuatku kuat dan yakin bahwa kaulah pilihanku

Banyak kerajaan didunia ini,
Entah kenapa kaulah yang akan kutuju
Kaulah putri terbaik yang akan aku jadikan permaisuri

Aku seorang pangeran,
Untuk sekedar datang ke istanamu, aku butuh banyak persiapan
Banyak sekali yang harus aku persiapkan
Tak mungkin aku datang tanpa membawa masa depan untukmu
Itu pasti membuatku malu

Aku lelaki, aku harus menyiapkan segalanya untuk kebahagiaan kita nanti
Kau akan menjadi tanggung jawabku

Aku takakan menulis banyak
Aku tak mau banyak berjanji akan hal-hal yang belum pasti
Kupastikan ini,
Jika yang datang bukan orang lain, pasti itu aku
Kupastikan, itu aku

Aku terus memperbaiki diriku
seperti yang kau lakukan selama menungguku
Aku akan jadi imam yang baik untukmu
Kuyakin kau juga sedang belajar jadi ma’mum yang baik untukku

Aku akan tetap memilihmu
Meski kutau kau pernah jatuh pada orang yang salah
Akupun pernah salah jalan menujumu
Maaf itu kesalahanku, kesalahanku mengenalimu

Aku baru menyadari bahwa kau begitu canntik dihatiku
Allah sungguh hebat menciptakanmu untuk mendampingiku
Allah mempertemukan kita dengan cara yang tak pernah kusangka
Meskipun kau belum tahu siapa aku
Aku tau banyak hal tentangmu
Sabarlah untuk menunggu kedatanganku

Sekarang aku siap,
Aku sudah memeriksa ulang peta dunia
Sudah kutandai dimana letak kerajaan yang kau diami
Kuyakinkan padamu, itu istanamu
Aku tak datang sendiri tuan putri
Aku datang membawa serombongan keluargaku
Aku tak main-main denganmu,

Sekarang aku akan melangkah gagah menuju kerajaanmu
Tak sepengecut dulu,
Bersembunyi dan menyembunyikan diriku

Aku siap sekarang tuan putri
Aku tahu kau adalah gadis yang sangat dan super cuek
Aku mulai terbiasa dengan sifat burukmu itu
Aku tahu kau tak suka sayuran yang enak menurutku
Aku sudah memaklumi hal itu lama
Aku tahu kau begitu suka travelling dan hiking
Aku akan bekerja keras agar bisa memenuhi hobimu itu
Aku tahu kau begitu pelupa
Aku akan terus mengingat banyak hal untukmu
Aku tahu kau kadang teledor,
Aku akan selalu mengingatkanmu, meskipun itu hal-hal yang kecil
Aku tahu kau takan bisa diam setelah bercerita
Aku akan memberikan telingku untuk mendengar semua kisahmu
Aku tahu kau suka jalan-jalan
Aku akan memberikan kakiku untuk menggendongmu saat kau lelah
Aku tahu kau suka membaca,
Aku akan menjaga mataku agar aku bisa membacakan banyak hal padamu
Aku tahu banyak hal tantangmu,
Meski kau belum tahu siapa aku
Semua yang ada dikamu,
Semua tentangmu,
Aku mencintai semua hal dalam dirimu
Terutama senyum manismu itu
Aku bahagia, karena ternyata kaulah bidadari yang Allah pilihkan untukku
Tunggu dalam taat kedatanganku

Aku tidak mencari yang sempurna
Aku mencari yang terbaik
Dan semoga memang kaulah jawabannya

Gue seneng banget *cengar-cengir*. Udah gue bilang kan? Pangeran gue pasti gak bakal ngebiarin gue menunggu lama. Terimakasih pangeran, gue akan selalu menunggumu, jangan berhenti melangkan menuju istana kerajaaan gue.. Bawa semua keluargamu, gue dan keluarga gue juga sedang menunggu kedatangnmu. Datanglah tepat waktu, diwaktu yang tepat, datanglah dengan membawa kebahagiaan wahai pangeran masa depan yang belum  diketahui siapa kamu. Gue penasaran, siapa dirimu?
Gue selalu berdo’a untukmu, entah kamu. Tapi sekarang gue yakin pasti. Kau selalu berdo’a buat gue dengan semua masa depanmu. Pangeran, maaf gue bingung. Gue ingin sekali membalas suratmu. Tapi kenapa tak kau cantumkan alamat kerajaanmu? Kau sungguh misterius, membuat gue semakin penasaran akanmu. Gue akan menunggumu hingga saat yang tepat itu datiang. Hari dimana kau datang bersama keluargamu untuk melamar gue, menjadi permaisurimu.
Gue bangun, dan ternyata itu hanya mimpi. Mimpi yang membahagiakan, bukan? *jingkrak-jingkrak* *alay* *abaikan* gue masih seneng membayangkan surat itu ternyata dari kamu. Iya kamu, jangan tengok ke belakang. Gue bilang itu kamu, iya kamu.

Disudut dunia, 7 April 2015
Menjemput do’a dengan sabar, menantimu dalam taat

Pangeran berkuda putihku, tetaplah datang dengan gagah berani