Tampilkan postingan dengan label dongeng anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dongeng anak. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Mei 2013

Brokolina


Paman reamur berjalan mendekati Goby. Goby terus berlari menjauh. Goby susah sekali makan, paman reamur sampai kewalahan menangani Goby.
Akhirnya paman reamur berhasil mengejar goby yang tengah kecapekan. Nafas goby terengah-engah.
“paman reamur, goby capek” kata goby lelah
Paman reamur hanya tersenyum dan menyerahkan sepiring makanan. Nasi putih hangat dan sayur brokoli. Goby menggeleng tidak mau. Paman reamur terus membujuk.
“tidak mau.. tidak mau...” rengek goby
“paman akan menceritakan tentang brokolina untuk goby, kalau goby mau makan” ucap paman reamur bersemangat.
Goby tertarik dan antusias ingin mendengarkan
“sebelum paman bercerita, goby makan satu sendok dulu biar capenya hilang” bujuk paman reamur menyuruh
Goby menurut saja dan melahap sesendok makanannya.
“dulu disebuah hutan yang lebat tinggalah sebuah keluarga rusa yang baik hati” kata paman reamur mulai bercerita
“keluarga rusa tersebut sangat baik pada penghuni hutan dan mereka mempunyai anak rusa bernama deer si rusa” kata paman reamur melanjutkan.
Paman reamur menyuruh goby memakan sayurnya lagi satu sendok, dan goby menurut. Lalu paman reamur kembali bercerita.
“tiba-tiba deer si anak rusa jatuh sakit. Ibu rusa panik dan segera berlari mencari dokter hewan”
“setelah dokter hewan memeriksa deer si anak rusa. Ibu rusa bertanya pada dokter hewan” kata paman reamur semakin bersemangat.
“kata dokter si anak rusa menderita anemia” ucap paman reamur
“paman, anemia itu penyakit apa?” tanya goby penasaran
“anemia adalah penyakit kurang darah. Gejalanya sering merasa pusing dan kelelahan seperti goby tadi” paman reamur menjelaskan
Goby mengangguk-angguk mengerti. Lalu goby menghabiskan makanannya, sayur brokoli.
“lalu bagaimana lagi paman?” tanya goby lagi
“kemudian sang dokter menyuruh ibu rusa untuk mencari Brokolina si brokoli. Kata dokter lagi, brokoli bisa memerangi anemia dan menyembuhkan deer si rusa” terang paman reamur
“jadi brokolina bisa mengobati anemia paman?” tanya goby tidak tahu.
Paman reamur mengngguk mengiyakan.
“akhirnya ibu rusa berpetualang mencari brokolina. Hingga akhirnya ibu rusa bertemu dengan brokolina si brokoli. Ibu rusa meminta brokolina untuk menyembuhkan abaknya, deer.”
“deer si rusa sembuh berkat brokolina. Sejak hari itu deer si rusa rajin memakan sayur brokoli agar bisa mencegah penyakit anemia datang lagi”
“goby juga mulai sekarang akan rajin memakan sayur brokoli seperti deer si rusa agar anemia tidak menyerang tubuh goby” kata goby bersemangat.

Kedelai dan Osteoporosis


Bibi kukang masuk rumah sakit karena terkena osteoporosis. Sudah seminggu kakinya lelah untuk berjalan. Osteoporosis adalah penyakit tulang keropos karena kekurangan zat kapur.
Bibi kukang selalu mengeluh. Bibi jukang jarang olah raga, makanya bisa terkena osteoporosis. tristian dan slavania sedih melihat keadaan bibi kukang. Sekarang mereka tak bisa bermain dengan bebas bersama bibi kukang.
“tristian, slavania..” panggil bibi kukang
Tristian dan slavania mendekati bibi kukang
“sekarang bibi tidak dapat menemani kalian berdua bermain kejar-kejaran lagi. Keadaan bibi seperti ini” kata bibi kukang
Seorang suster datang memberi obat  dan segelas susu kedelai. Bibi kukang lalu meminumnya sampai habis.
“kenapa bibi sekarang rajin meminum susu kedelai?” tanya slavania penasaran
Bibi kukang lalu tersenyum. Suster yang menjelaskan kalau susu kedelai berkhasiat untuk mencegah osteoporosis. Selain itu kedelai juga bisa menurunkan kolestrol dan kadar gula dalam darah.
“berarti mulai sekarang tristian akan rajin minum susu kedelai dan rajin berolah raga agar nanti tidak seperti bibi, terkena osteoporosis.” Kata tristian mantap
“slavania juga, bibi” ucap slavania menirukan gaya tristian

Paprika dan Peri Penjaga


Ganbate adalah anak yang selalu semangat. Rambutnya gundul dan belum tumbuh-tumbuh juga hingga sekarang. Terkadang, ganbate merasa malu pada teman-temannya.
Suatu hari, ganbate pergi ke kebun bibi jeni untuk membantu memanen paprika. Ganbate sangat bersemangat seperti biasa karena akan mendapatkan pengalaman baru, memanen paprika.
Ganbate takjub dengan pemandangan indah dihadapannya, paprikanya sangat berwarnna-warni. Ada paprika merah, paprika hijau, dan paprika kuning. Ganbate tambah bersemangat ingin segera memanennya.
Bibi jeni memberi tahu ganbate paprika mana yang boleh dipanen. Ganbate mendengarkan dengan serius penjelasan bibi jeni.
Ganbate mulai memanen, ia memetik paprika merah, kuning, dan hijau.
Tiba-tiba dibalkdedaunan terdengar bunyi aneh.. ganbate mencari sumber suara.
Kresek...
Kresek..
Kresek..
Terdengar bunyi daunan kering. Ganbate kaget melihat makhluk kecil yang dilihatnya. Makhluk mungil itu menggeliat dan mengucek kedua matanya. Makhluk itu tersentak melihat ganbate. Makhluk kecil itu lalu bersembunyi dibalik batang  pohon paprika.
“jangan takut, aku tidak akan mengganggu” kata ganbate memberi tahu
Makhluk kecil itu menunjukan wujudnya.
“siapa kamu?’ tanya ganbate
“aku adalah seekor peri”
“peri? Apa tempat tinggalmu disini? Di kebun bibi jeni?” tanya ganbate lagi
Peri itu mengangguk. Namanya Ar. Tugasnya dalah mengecat buah-buah paprika. Ar menjaga kebun milik bibi jeni dari peri-peri jahat yang suka mengambil buah paprika seperti goblin.
Ar dan ganbate kemudian berteman dan bercerita tentang banyak hal tentang paprika. Ternyata buah paprika banyak manfaatnya seperti menurunkan kollestrol, sebagai antioksidan, mengatur suhu tubuh, mengobati luka, selain itu juga biisa untuk menumbuhkan rambut.
Ganbate terkejut. Paprika bisa untuk menumbuhkan rambut. Ganbate mempunyi ide. Sebelum pulng, ganbate meminta paprika pada bibi jeni untuk dibawa pulang. Ganbate sangat senang bisa melihat dan berbagi informasi dengan peri yang bernama Ar penjaga kebun bibi jeni. Ternyata peri itu ada.

Pare paparania


Berlia memanggil abang tukang siomay. Abang tukang siomay mendekati rumah berlia.
“bang, siomay ya bang sama pare lima ribu” kata berlia memesan.
“wah neng suka pare ya?” tanya abang tukang siomay
“enggak juga bang, kata ibu rasa pahityang ada dalam pare bermanfaat sebagai obat cacing bang” kata berlia meniru ucapan ibunya.
“wah benar sekali neng, selain itu bisa bermanfaat sebagai penambah naqfsu makan juga neng” kata abang tukang siomay
Berlia dan abang tukang siomay tertawa bersama
“sudah pernqah mendengar cerita pare paparania belum neng?”
“pare paparania? Berlia malahan baru mendengarnya bang. Ayo ceritakan bang” teriak berlia meminta
“dahulu kala di negeri pare, tinggalah pare perempuan bernama paprania. Dahuli pare rasanya manis tidak pahit seperti sekarang” ucap abang tukang siomay.
Berlia begitu bersemangat mendengarkan cerita abang tukang siomay.
“akan tetapi pare paparania dilahirkan aneh. Rasanya tidak manis tapi pahit. Akhirnya pare paparania dikucilkan dan diasingkan di tengah hutan”
“pare paparania merasa sedih. Semua pare dinegerinya membenci pare paparania”
Kasihan pare paprania ya bang?” ucap berlia memelas
“iya, akhirnya pare paparania pergi kedalam hutan meninggalkan negeri tercintanya” ulang abang tukang siomay.
“pada suatu hari,  putri raja pare mengalami penyakit aneh. Selain perutnya yang buncit akibat cacing, putri pare juga digigit oleh nyamuk malaria”
“lalu bagaimana selanjutnya bang?”
“lalu sang  raja pare memanggil tabib kerajaan. Sang tabib berpesan pada raja yang dapat menyembuhkan sang putri adalah sebuah pare yang rasanya pahit. Karena didalam rasa pahit yang ada didalam pare mengandung zat-zat yang ampuh membunuh racun-racun dalam tubuh. Terutama untuk obat cacing dan anti malaria” kata abang tukang siomay
“pada akhirnya pare paparania terkenal, hingga sekarang orang-orang suka memakan pare yang rasanya pahit karena banyak khasiatnya”

Tito dan Tomat-tomat


Ibu Tito adalah pedagang sayuran di pasar induk. Terkadang tito sering membantu ibunya pada hari minggu untuk berjualan.
Sebelum pergi ke pasar, tito sarapan dengan sandwich roti tawar yang berisi sayur-sayuran. Tito tidak suka tomat, lalu tito menyingkirkan tomatnya.
“tito, ayo tomatnya dimakan” perintah ibu yang melihat tito enggan memakan tomat
“tidak mau bu, tito tidak suka” kata tito menjelaskan
“tito, tomat itu banyak manfaatnya. Terutama buat kesehatan mata. Tito tidak ingin kan jika memakai kaca mata?” ucap ibu menasehati
Akhirnya tito menurut dan menuruti perintah ibunya. Kemudian tito ikut membantu ibu ke pasar berjulan sayuran.
“tomat...tomat...ayo tomat..tomat..segar...segar..” teriak tito menawarkan tomat kepada pembeli
“tomatnya dhe dua kilo, yang besar-besar ya!” kata mba-mba berbaju merah seperti buah tomat.
“wah banyak sekali mbak? Buat apa memangnya mbak?”
“untuk menambah nafsu makan dan untuk masker. Biar tidak jerawatan” kata mba-mba berbaju merah
Hari ini tito belajar banyak tentang tomat-tomat. Ternyata selain bagus untuk kesehatan mata tomat juga bisa digunakan untuk menghilangkan jerawat dan menambah nafsu makan serta menghilangkan cape.
Tito tau kalau tomat-tomat itu banyak sekali manfaatnya bagi manusia. Makanya tito sekarang rajin memakan buah tomat.