Selasa, 02 April 2013

10 november 2012

 
saat aku mulai larut dalam kesedihan..
ada orang yang mengingatkanku akan seseorang..
seseorang yang jauh lama kupendam..
aku nggak tau..
kapan terakhir kali, kita makan ice cream bareng dengan panggilan sayang dan tatapan MATA penuh cinta..
aku lupa..
kapan terakhir kali aku bosan menunggumu main futsal..
aku tak ingat kapan terakhir kali kau menatap mataku dengan mata elangmu..
saat aku tersadar..
aku tak ingat apa-apa..
kapan terakhr kali aku melihat matamu..
mata yg selalu membuatku tak bisa melawan..
mata yang membuat jantungku berpacu lebih kencang..
rindu ini telah lelah berandai-andai..
rasa ini telah rapuh untuk menahan dan berkata kalau kau masih ada didalam dadaku..
saat semua awan diatas sana meneriakiku..
aku terdiam..
saat aku mulai ingin melupakanmu..
aku menemukan mata yang baru..
mata yang sama persis denganmu..
mata yang tak ingin kubohongi..
mata yang ingin kulindungi..
mata yang ingin slalu kumanja..
mata elang yang membuatku terdiam..
mata yg tak pernah memaksaku menjadi orang lain..
Saat aku ingin benar-benar melupakanmu..
aku masih perlu berlari..
saat aku ingin menghilangkan sosokmu dari masa laluku..
ada seseorang yg datang mengejutkanmu..
Seseorang yang sesuatunya mirip denganmu
dan kini..
kau hadir melalui matanya..
walau bukan sebagai sandaran saat aku letih
Meski dia tak memberikan bahunya untukku kala aku ketakutan dan menjerit..
walau dia tak benar-benar bisa menjadi sosokmu seperti yg kita impikan dulu..
meski....

Rabu, 13 Maret 2013

^_~




Disaat pandangan mata
Tak dapat lagi menembus jiwa
Akankah hari itu akan ada?
Bisakah waktu membuang semua kenangan
Kapan hari itu datang?
Perasaan selalu bergetar..
Ketika mataku bertemu dengan matamu
Kuharap..
Aku bisa wajar..
Dan bersikap biasa saja..

Senin, 11 Maret 2013

bukankah begitu, tuhan?

tuhan, kau yg lebih tau tentang aku..
jangan biarkan air mataku terus menetes di hati tuhan..
ketika aku mempertanyakan ini semua, apakah Engkau telah menyiapkan segalanya..
kenapa harus aku?
engkau yg lebih tau segalanya tentangku, tentang persaanku, tentang semua mimpi-mimpi dan harapan-harapanku bersama dia..
tapi kenapa?
kenapa aku harus menghianati kenyataan yg ada?
ketika eksistensi mulai kuragukan, kenapa aku yg harus jadi korban?
aku hanya ingin sesuatu yg nyata, sesuatu yg nggak dibuat*, nggak pura*, tuhan..
kenapa?
apa diamku belum cukup?
berapa lama lagi aku harus diam?
berapa lama lagi aku harus bersikap tak menghirauan?
berapa lama lagi aku harus tertekan?
berapa lama lagi aku harus berkorban?
berapa lama lagi aku selalu pasrah?
berapa lama lagi aku harus pura* tak peduli?
berapa lama lagi aku tetap jutek dan wajar?
berapa lama lagi aku harus selalu tersenyum?
Berapa lama lagi semua ini akan meledak?
tuhan, aku sadar aku punya jiwa pemberontak..
tapi, ijinkan aku mengajukan sesuatu..
sesuatu yg harusnya tidak perlu kuberi tahu yg sudah tentu Engkau tahu, bukankah begitu tuhan?